ABSTRAK
Telah dilakukan
percobaan berjudul “Sistem Periodik Unsur” yang bertujuan agar praktikan dapat
mengetahui sifat kereaktifan unsur-unsur logam alkali dan alkali tanah,
mempelajari reaksi unsur golongan alkali dan alkali tanah dengan air, serta
mengatahui reaksi senyawa logam alkali dan alkali tanah dengan senyawa lainnya.
Prinsip yang digunakan adalah prinsip analisa kualitatif, dimana
praktikan mengamati perubahan warna dan kereaktifan antara logam Na, Mg, dan
MgO.
Hasil dari percobaan ini adalah logam Na yang direaksikan dengan air mengalami
reaksi spontan yang ditandai dengan meledaknya logam Na dan ketika larutan
hasil reaksi Na dengan air dicampur dengan beberapa larutan yang lain mengalami
perubahan warna dan menghasilkan endapan, logam Mg ketika direaktikan dengan
dengan air akan menghasilkan larutan yang keruh dan ketika direaksikan dengan
dengan senyawa lain juga akan mengalami perubahan warna, namun warna yang
dihasilkan lebih pudar dibandingkan dengan warna yang dihasilkan dari reaksi Na
dengan senyawa lain, serta senyawa MgO ketika direaksikan dengan air dan
direaksikan lagi dengan senyawa lain, akan mengalami perubahan warna pula,
warna yang dihasilkan lebih pekat dari warna hasil reaksi Mg dengan senyawa
lain tetapi lebih pudar dari warna yang hasil reaksi Na dengan senyawa lain,
reaksi Mg dengan senyawa lain juga menghasilkan endapan dalam jumlah yang
sedikit. Kesimpulan dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui beberapa
hasil reaksi pada logam alkali dan alkali tanah.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan
kemiripan sifat unsur-unsur tersebut. Disebut “periodik”, sebagaimana terdapat
pola kemiripan sifat unsur dalam susunan tersebut. Sistem periodik unsur (tabel
periodik) modern yang saat ini digunakan didasarkan pada tabel yang
dipublikasikan oleh Dmitri Mendeleev pada tahun 1869. Susunan konfigurasi
elektron unsur-unsur menjadi dasar dalam susunan sistem periodik unsur, karena
sifat unsur banyak ditentukan oleh konfigurasi elektron pada kulit valensinya. Kemiripan dari konfigurasi elektron
memberikan sifat kemiripan unsur kimia.
Logam alkali adalah kelompok
unsur-unsur yang berada di golongan I A pada tabel periodik unsur, yaitu Litium
(Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Cesium (Cs), dan Fransium (Fr). Logam
pada golongan I A disebut sebagai logam alkali disebabkan oksida-oksida logam
pada golongan tersebut cepat larut dalam air dan menghasilkan larutan yang
bersifat basa kuat (alkali). Logam alkali tanah
terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang termasuk ke dalam
golongan II A yaitu: Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Stronsium
(Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Disebut logam karena memiliki
sifat-sifat seperti logam. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin jika
direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar larut dalam
air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerak bumi. Oleh sebab itu, istilah
“alkali tanah” biasa digunakan untuk menggambarkan kelompok unsur golongan II
A.
Logam alkali dan logam alkali tanah memiliki beberapa persamaan
dan beberapa perbedaan pula. Persamaannya antara lain keduanya merupakan zat
pereduksi yang kuat, oksidasi dalam air bersifat basa, mudah melepaskan
elektron, mudah bereaksi dengan air kecuali BE, dan sebagainya. Perbedaannya
antara lain logam alkali terletak pada golongan IA sedangkan logam alkali tanah
terletak pada golongan IIA, elektron valensi logam alkali adalah +1 sedangkan
logam alkali tanah memiliki elektron valensi +2, sifat reduktor alkali lebih
kuat dibanding alkali tanh, dan sebagainya. Alkali dan alkali tanah merupakan
unsur logam yang sangat reaktif di alam. Namun, diantara keduanya, logam alkali
lebih reaktif dari pada logam alkali tanah.
1.2.
Tujuan
Percobaan
Adapun tujuan
dari percobaan ini adalah agar praktikan dapat mengetahui sifat kereaktifan unsur-unsur
logam alkali dan alkali tanah, mempelajari reaksiunsur golongan alkali dan
alkali tanah dengan air, serta mengatahui reaksi senyawa logam alkali dan
alkali tanah dengan senyawa lainnya.
1.3. Manfaat Percobaan
Manfaat
dilakukannya percobaan ini adalah praktikan mengetahui perbedaan kelarutan
senyawa-senyawa logam alkali dan alkali tanah, mengetahui sifat kereaktifan
logam alkali dan alkali tanah, serta dapat memahami perbedaan antara logam
alkali dan alkali tanah.
BAB II
TINJAUAN
KEPUSTAKAAN
Suatu
prestasi intelektual yang terbesar dalam kimia adalah tabel periodik unsur.
Tabel periodik dapat dicetak dalam satu lembar kertas, tetapi apa yang
terkandung di dalamnya dan apa yng diberikan pada kita sangatlah banyak. Tabel
ini adalah hasil jerih payah yang tak kenal lelah, yang berawal dari zaman
Yunani, untuk mengetahui sifat materi sebenarnya. Semua ini dapat dikatakan
kitab sucinya kimia. Nilai sistem periodik bukan hanya pada organisasi
informasi yang telah diketahui, tetapi juga kemampuannya memprediksi sifat yang
belum diketahui (Barsasela, 2012).
Skema
klasifikasi unsur-unsur serupa yang dikenal sekarang ditemukan secara terpisah
dan hampir serentak oleh dimitri Mandeleev dan Lohar Mayer pada tahun 1869.
Jika unsur disusun berdasarkan kenaikan bobot atom, seperangkat sifat
akan terulang secara berkala. Tabel berkala ialah penataan unsur-unsur dalam 12
baris mendatar dan 8 kolom tegak (golongan). Kedelapan golongan kemudian dibagi
lagi menjadi sub golongan yang sesuai. Secara objektif perlu ditinggalkan
beberapa ruang kosong bagi unsur-unsur yang belum ditemukan pada waktu itu dan
dibuat praduga mengenai bobot atom yang belum diketahui secara pasti (Petrucci,
1987).
Di abad ke-19,
ketika para kimiawan masih samar-samar dengan memahami gagasan tentang atom dan
molekul, dan belum mengetahui adanya elektron dan proton, mereka menyusun tabel periodik dengan
menggunakan pengetahuannya tentang massa atom. Pada tahun 1864, kimiawan
Inggris John Newlands memperhatikan bahwa jika unsur-unsur yang telah dikenal
pada waktu itu disusun menurut massa atom, maka setiap unsur kedelapan memiliki
sifat-sifat yang mirip. Newlands menyebut hubungan yang istimewa ini sebagai
“hukum oktaf”. Akan tetapi, hukum ini tidak cocok untuk unsur-unsur setelah
kalsium, dan karya Newlands tidak diterima oleh masyarakat ilmiah. Lima tahun
kemudian, kimiawan Rusia Dimitri Mandaleev dan kimiawan Jerman Lohar Meyer
secara terpisah mengusulkan penyusunan tabulasi unsur-unsur lebih luas
berdasarkan keteraturannya, sifat yang berulang secara periodik. Penggolongan
yang disusun oleh Mandeleev lebih baik dibandingkan yang di susun oleh Newlands
karena disebabkan dua hal. Pertama, ia menggolongkan unsur-unsur dengan lebih
tepat menurut sifat-sifatnya. Selain itu yang sama pentingnya yaitu adanya
kemungkinan meramal sifat-sifat beberapa unsur yang belum ditentukan. Misalnya,
Mandeleev memngusulkan adanya unsur yang belum ditemukan yang disebutnya
eka-aluminium (Chang, 2004).
Kira-kira 80
unsur diklasifikasikan sebagai logam yang meliputi beberapa dari setiap grup,
kecuali VIII A, VII A dan mungkin VI A. Logam-logam ini berada disebelah kiri
dan tengah tabel berkala. Dalam reaksi kimia dengan nonlogam, atom logam
cenderung menyumbangkan elektron, dan membentuk kation keelektronegatifannya rendah,
kebanyakan diantaranya kurang dari 2,0. Selanjutnya unsur non logam, yang
terdiri dari kira-kira selusin unsur-unsur yang relatif umum dan penting,
ditambah gas mulia, berada disebelah kanan pada tabel priodik, kecuali
hidrogen. Atom dari non logam cenderung menerima elektron, dan membentuk anion
dalam reaksi kimia dengan logam. Selain itu nonlogam juga nonlogam juga mudah
bereaksi satu sama lain dengan membentuk ikatan kovalen misalnya dalam SO3, CO2
dan H2O. keelektronegatifannya dari kebanyakan non logam berkisar dari sekitar
2,4 ke atas. Selanjutnya Metoloid atau unsur perbatasan, memperlihatkan baik
sifat logam maupun sifat non logam sampai tingkat tertentu, biasanya ia
bertindak sebagai penyumbang elektron dengan non logam, dan sebagai penerima elektron
dengan logam. Unsur-unsur ini terletak berdekatan dengan garis zig-zag (seperti
tangga) dalam tabel berkala, seperti B, Si,Ge, Ar, Sb, Tc termasuk dalam kelas
ini. Keelektornigatifan unsur garis batas ini, berkisar antara 1.8 dan 2.1
(Keenan,1980).
Golongan I,
yaitu logam alkali (litium, natrium, kalium, rubidium, dan sesium), semua
merupakan logam yang relative lunak dengan titik leleh rendah yang membentuk
senyawa 1:1 dengan klorin, dengan rumus kimia seperti NaCl dan RbCl. Logam
alkali bereaksi dengan air membebaskan hydrogen; kalium, rubidium, dan sesium
membebaskan kalor reaksi yang cukup tinggi sehingga dapat menyalakan hydrogen.
Golongan II, yaitu logam alkali tanah (berilium, magnesium, kalsium, stronsium,
barium, dan radium), bereaksi dengan perbandingan 1:2 dengan klorin,
menghasilkan senyawa seperti MgCl2, dan CaCl2.Dari unsur nonlogam, golongan VI,
yaitu kalkogen (oksigen, sulfur, selenium, dan tellurium), membentuk senyawa
1:1 dengan logam alkali tanah (misalnya CaO dan BaS) tetapi senyawa 2:1 dengan
logam alkali (misalnya Li2O dan Na2S). Anggota Golongan VII, yaitu halogen
(flourin, klorin, bromine dan iodine) sangat berbeda dalam sifat fisik (flourin
dan klorin berwujud gas pada suhu kamar, bromine adalah cairan, dan iodine
padatan), tetapi perilaku kimianya sama. Unsure logam alkali yang mana saja
akan bereaksi dengan halogen yang mana saja dengan perbandingan 1:1 membentuk
senyawa seperti LiF atau RbI, yang dinakan alkali halide. Logam alkali tanah
bereaksi dengan halogen dengan perbandingan 1:2 menghasilkan halide alkali
tanah seperti CaF2dan MgBr2 (Oxtoby, 2001).
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat dan bahan
Alat
yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi, gelas kimia, pipet
tetes, pembakar spiritus, sampan kertas dan erlenmeyer.
Bahan
yang digunakan dalam percobaan ini adalah larutan
0,1 M, larutan PP 0,1 M, larutan
0,1 M, larutan
0,1 M, larutan
0,1 M, larutan
0,1 M, logam Na dan logam Mg.
3.2. Konstanta
Fisik dan tinjauan keamanan
Tabel
3.2. Konstanta fisik dan tinjauan keamanan
No.
|
Bahan
|
Berat Molekul
(gr/mol)
|
Titik Didih (
|
Titik Leleh
|
Tinjauan
Keamanan
|
1.
|
162.21
|
316
|
306
|
Berbahaya
|
|
2.
|
PP
|
318.82
|
32
|
260
|
Beracun
|
3.
|
159.6
|
150
|
110
|
Beracun
|
|
4.
|
169.887
|
444
|
212
|
Korosif
|
|
5.
|
217.5
|
304
|
25
|
Beracun
|
|
6.
|
331,21
|
-
|
470
|
Beracun
|
|
7.
|
Logam
Na
|
23
|
881.4
|
97.8
|
Sangat
Reaktif
|
8.
|
Logam
Mg
|
24.30
|
1107
|
648.8
|
Reaktif
|
DAFTAR PUSTAKA
Barsasela, Diana. 2012. Buku Wajib Kimia Dasar. Erlangga. Jakarta.
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar. Terjemahan dari General Chemistry, oleh Suminar
Achmadi, Erlangga, Jakarta.
Keenan, Donald, Kleinfelter, Wook, Jesse H. 1984. Kimia untuk Universitas. Terjemahan dari
General Collage Chemistry, oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, Erlangga,
Jakarta.
Petrucci, Ralph H. dkk. 2007.Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern. Terjemahan dari Principle and
Modern Aplications, oleh Dr. Suminar Setiati Achmadi, Ph. D, PT Gelora Aksara
Pratama, Jakarta.
Oxtoby, D.W. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Terjemahan dari Prinsiples Of Modern
Chemistry, oleh
Dr. Suminar Setiati Achmadi, Ph. D,
Erlangga, Jakarta.
No comments:
Post a Comment