Monday, November 26, 2018

laporan kimia dasar : pengenalan peralatan laboratorium

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan berjudul “Pengenalan Alat-Alat Laboratorium” yang bertujuan untuk untuk mengetahui dan mengenal peralatan timbangan dan peralatan gelas yang digunakan dilaboratorium kimia serta dapat mengetahui cara kerja alat tersebut dengan baik dan benar. Prinsip yang digunakan adalah prinsip semi-kuantitatif. Hasil yang didapatkan adalah mengenal dan mengetahui cara kerja beberapa peralatan timbangan, peralatan gelas dan peralatan laboratorium kimia lainnya. Kesimpulan dari percobaan ini adalah praktikan dapat mengenal dan mengeatahui alat-alat timbangan, gelas, dan alat-alat laboratorium lainnya yang sering digunakan serta dapat mengetahui fungsi dan penggunaan peralatan laboratorium tersebut.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Laboratorium adalah tempat bagi praktikan maupun peneliti untuk melakukan percobaan. Melakukan percobaan di laboratorium tidak lepas dari penggunaan zat-zat yang beraneka ragam, baik yang berbahaya maupun yang aman bagi tubuh manusia. Untuk itulah alat-alat laboratorium diperlukan, selain mempermudah percobaan juga mendukung keselamatan praktikan ketika melakukan percobaan. Namun, tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung menggunakan alat-alat laboratorium tanpa mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk itu, karena masing-masing alat laboratorium memiliki prosedur-prosedur tersendiri dalam penggunaannya.
Setiap percobaan kimia, selalu menggunakan peralatan yang berbeda atau meskipun sama tapi ukurannya berbeda. Misalnya untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit kita harus menggunakan gelas ukur bukan gelas beaker. Karena ketelitian gelas ukur yang tinggi dan memang untuk mengukur zat cair, sedangkan gelas beaker skala nya tidak akurat dan hanya sebagai wadah atau tempat larutan atau sampel. Begitu pula dengan prosedur percobaan yang lain, praktikan harus bisa menyesuaikan dan menggunakan peralatan laboratorium dengan tepat sehingga tidak akan mengganggu kelancaran praktikum.
Kesalahan dalam praktikum bisa saja dilakukan oleh praktikan, untuk itu keselamatan keja di laboratorium harus diperhatikan. Pengenalan alat laboratorium sangat penting agar semua praktikum dapat berjalan sebagai mana mestinya. Praktikan harus mengetahui bahan kimia yang dapat menimbulkan resiko bahaya tinggi. Contohnya adalah seperti bahaya nya
1.2.            Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan “Pengenalan Alat-Alat Laboratorium” adalah  untuk mengenal beberapa peralatan timbangan yang digunakan di laboratorium kimia dan mengetahui cara kerja beberapa peralatan timbangan di laboratorium kimia.
1.3.            Manfaat Percobaan
Praktikan dapat mengetahui berbagai alat timbangan dan alat-alat laboratorium lainnya dari bentuk, fungsi, serta prosedur  penggunaan nya. Sehingga praktikan mampu menggunakan alat-alat tersebut untuk percobaan selanjutnya dengan sebaik-baiknya.

BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. membebaskan bahan-bahan dari mikroba yan Alat-alat laboratorium merupakan alat yang kita butuhkan dalam proses penelitian atau pun proses praktikum. Dalam praktikum pengenalan alat-alatlaboratorium dan alat-alat sterilisasi akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut. Dalam  penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum  biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Moningka, 2008).
Pengenalan alat-alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan kerja dalam melakukan proses penelitian. Selain itu juga pengenalan alat praktikum bertujuan agar mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut. Alat-alat praktikum sangat dibutuhkan dalam proses praktikum, terutama dalam proses praktikum kimia banyak sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan. Alat-alat laboratorium juga dapat berbahasa jika terjadi kesalahan dalam prosedur pemakaiannya. Maka diperlukan pengenalan alat-alat laboratorium agar pengguanaan alat tersebut sesuai dengan fungsi dan prosedur yang baik dan benar, sehingga kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir sedikit  mungkin. Hal ini penting agar mendapatkan hasil penelitian yang baik dan benar, data–data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang (Hokayuruke, 2013).
Terdapat dua kelompok alat-alat ukur yang digunakan pada analisa kuantitatif, yaitu: Alat-alat yang teliti (kuantitatif) dan alat-alat yang  tidak teliti (kualitatif). Untuk alat-alat yang teliti (kuantitatif) terdiri dari : buret, labu ukur, pipet. Sedangkan untuk alat-alat yang tidak teliti (kualitatif) terdiri dari gelas ukur, erlenmeyer, dan lainnya. Penggunaan alat-alat gelas tersebut haruslah sesuai dengan fungsinya agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat. Apabila terjadi suatu kesalahan atau kekeliruan dalam penggunaannya akan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Ada beberapa macam peralatan yang dipakai di laboratorium, antara lain:
·         Timbangan Triple Beam
Merupakan timbangan tradisional yang berfungsi untuk menimbang massa suatu zat padatan dengan tingkat keakuratan yang rendah (0,01-0,001 g).
·         Timbangan Analitik
Merupakan timbangan modern yang berfungsi untuk menimbang massa suatu zat atau sampel (bahan) dalam analisis kuantitatif yang merupakan padatan dengan tingkat keakuratan yang tinggi dengan ketelitian tinggi (0.0001 gram). Serta digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan untuk uji kuantitatif dan proses standarisasi.
·         Bola Hisab
Digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan mengosongkan (empty).
·         Pipet Gondok
Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung (gondok) pada bagian tengah pipet. Gunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan.
·         Pipet Ukur
Alat yang terbuat dari gelas, berbentuk seperti gambar disamping. Pipet ini memiliki skala. Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dengan menggunakan bulp atau pipet pump untuk menyedot larutan.
·         Buret
Berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL, berfungsi untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi yang dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui kran.
·         Labu Takar
Berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. di bagian leher terdapat lingkaran graduasi, volume, toleransi, suhu kalibrasi dan kelas gelas. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L. Berfungsi Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan dengan keakurasian yang tinggi.
·         Erlemeyer
Merupakan gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala  sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrat hasil penyaringan serta menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi.
·         Gelas Kimia (Beaker)
Merupakan gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC. Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L. Berfungsiuntuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat  ketelitian yang tinggi, menampung zat kimia, memanaskan cairan serta media pemanasan cairan.
·         Gelas Ukur
Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai skala, tersedia bermacam-macam ukuran, mulai dari 10 mL sampai 2 L. Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala. Berfungsi untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu.
Setelah peralatan laboratorium digunakan cuci bersih dan sterilkan peralatan tersebut karena analisis tidak boleh dilakukan dengan alat kaca yang tidak bersih. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti beker dan erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun, deterjen sintetik atau pembersih sintetik lainnya. Pipet, buret, tabung reaksi atau labu volumetrik mungkin memerlukan deterjen panas untuk bisa benar-benar bersih dan hilang atau hilang semua bekas kotoran yang menempel. Jika permukaan kaca belum membuang airnya secara keseluruhan, perlu digunakan larutan pembersih yang sifat oksidasinya kuat sehingga dapat memastikan kebersihan kaca secara keseluruhan. Setelah dibersihkan, alat itu dibilas dengan air kran, kemudian dengan sedikit air suling dan biarkan mengering sendiri tanpa di lap (Underwood, 1998).
Keselamatan kerja dalam melakukan aktivitas di Laboratorium adalah seseuatu hal yang mutlak untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan baik yang disebabkakn peralatan (kecelakaan fisik) maupun bahaya yang ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia, maka pengetahuan tentang alat-alat keselamatan Laboratorium adalah sesuatu hal yang mutlak. Laboratorium kimia agak spesifik karena menggunakan bahan kimia dengan bermacam sifat bahaya, maka sebaiknya laboratorium kimia mempunyai peralatan keselamatan standar berikut :
·         Jas laboratorium
Digunakan untuk mencegah bahaya kontaminasi atau menghindari bahaya yang terjadi akibat percikan bahan-bahan kimia yang berbahaya.
·         Sarung tangan
Sarung tangan sangat penting karena daya tahan tangan terhadap bahan kimia dan suhu yang tinggi terbatas.
·         Pelindung mata dan muka
Untuk mencegah muka dan mata dari percikan bahan kimia serta untuk mencegah muka dari kontak dengan cahaya Ultra Violet (UV), sinar leser dan api pengelasan.
·         Alat/kran pencuci mata
Jika mata terkena cairan kimia, debu dan butiran-butiran yang terbang, sebagai pertolongan pertama harus dicuci segera dengan alat pencuci mata.
·         Alat pernapasan
Alat pernapasan digunakan untuk melindungi saluran peerapasan dari debu, serat kecil dan uap atau gas dari bahan kimia.
·         Alat pemadam kebakaran
Beberapa alat pemdam kebakaran tergantung jenis bahan bakar yang menyebabkan kebakaran.
·         Selimut api
Digunakan saat terjadi kebakaran khususnya untuk menerobos api kebakaran.
·         Tangga
Digunakan untuk mengambil alat atau bahn kimia yang terdapat di tempat yang tinggi. 
·         Karet penghisap
Digunkan untuk memioet bahan-bahan kimia dan sebaiknya semua pengambilan bahan kimia dilakukan dengan karet penghisap.
·         Tanda peringatan keselamatan
Tanda ini perlu untuk menghgindari kecelakaan dan wajib dipatuhi oleh setiap orang yang melakukan aktivitas di Laboratotium (Sitorus dkk. 2013).
Pemakaian bahan kimia akan sangat berpengaruh terhadap alat-alat yang digunakan. Setiap alat dirancang dengan bahan-bahan yang berbeda, ada yang terbuat dari gelas,  porselen, kayu, alumunium, plastik, dan lain-lain sesuai dengan fungsinya masing-masing. Alat-alat tersebut ada yang tahan terhadap basa, tahan terhadap kondisi asam, tahan terhadap  panas, dan ada yang hanya tahan terhadap kondisi normal. Oleh sebab itu, penggunaan alat dan bahan kimia sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian. Maka, saat melakukan praktikum, diusahakan agar semua alat dan bahan yang dibutuhkan lengkap agar praktikum berjalan sesuai yang diinginkan. (Mored, 2000).


BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah erlenmeyer, beaker gelas, bola hisap, buret, labu ukur, piper volume, timbangan triple beam, timbangan analitik dan peralatan gelas lainnya.
3.2. Konstanta Fisik dan Tinjauan Keamanan
Tidak ada konstanta fisik dan tinjauan keamanan dalam praktikum ini.
3.3. Skema Kerja
3.3.1. Timbangan Triple Beam
Timbangan Triple Beam
dibersihkan pan (daun timbangan) dengan kuas
ditegakkan timbangan dengan melihat water pas
dinolkan timbangan beserta wadah bahan yang dipakai
diletakkan bahan yang akan ditimbang pada pan/daun timbangan
digerakkan pemberat (10 gr) sampai penunjuk (jarum) jatuh
dikembalikan satu lekukan kebelakang
hal yang sama dilakukan pada pemberat selanjutnya (satuan 1 gr)
digerakkan penggeseran (slider 1 gr) sampai petunjuk berayun tepat ke titik nol pada skala petunjuk
diangkat wadah tempat bahan dari pan
dikembalikan penggerak timbangan ke tempat semula (skala nol)
ditekan plat kontrol dari bawah ke atas, “OFF”
dibersihkan ruang neraca dengan kuas
Hasil

3.3.2. Timbangan Analitik Digital Mettler
Timbangan Analitik Digital Mettler

dibersihkan ruang neraca dengan kuas
diatur kedudukan neraca dengan memutar knop kanan-kiri dibagian bawah alat, sehingga gelembung udara water pas tepat ditengah-tengah lingkaran
ditekan plat kontrol dengan hati-hati pada posisi “ON”dan bening dan ditempatkan diatas piring timbang
 ditekan plat kontrol untuk “re-zero”, dimasukkan ke dalam wadah sampel sedikit demi sedikit
diangkat tempat wadah bahan dari piring timbang
ditekan plat kontrol dari bawah ke atas, “OFF”
dibersihkan ruang neraca dengan kuas

Hasil


DAFTAR PUSTAKA
Moningka, 2008. Prinsip Kerja Praktikum. PT. Gramedia, Jakarta.
Hokayuruke. 2013. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Industri. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Day, R.A and A.L. Underwood. 1998. Analisis Kimia Kuantitatif edisi keenam. Terjemahan dari Quantitative Analysis, oleh Iis Sofyan, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Sitorus dkk. 2013. Pengelolaan dan Manajemen Laboratorium Kimia. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Mored, 2000. Biokimia. Erlangga: Jakarta


No comments:

Post a Comment