Thursday, November 29, 2018

laporan kimia dasar : Materi dan Perubahannya

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan berjudul “Materi dan Perubahannya” yang bertujuan untuk membedakan campuran homongan dan heterogen serta perubahan fisika dan perubahan kimia. Prinsip yang digunakan adalah prinsip kualitatif. Hasil dari percobaan ini didapati bahwa campuran pasir dan air serta minyak dan air merupakan campuran heterogen sedangkan campuran larutan NaCl dan air merupakan campuran homogen. Larutan NaCl apabila dipanaskan akan mengalami rekristalisasi. Saat larutan H2O dipanaskan akan mengalami penguapan (perubahan fisika) sedangkan saat HCl+NaCl dipanaskan akan membentuk kristal (perubahan kimia). Pada proses pembakaran lilin, lilin akan meleleh (perubahan fisika) dan kan terbentukmya jelaga (perubahan kimia). Kesimpulan dari percobaan ini adalah dapat mengetahui perubahan fisika dan perubahan kimia serta campuran homogen dan campuran heterogen.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.          1.1.  Latar Belakang
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Segela sesuatu itu bisa sesuatu yang terlihat(zat cair dan zat padat) ataupun yang tidak tampak yaitu zat gas. Maksud materi menempati ruang adalah benda yang dapat ditempatkan dalam suatu ruang atau wadah tertentu, sedangkan materi mempunyai massa memiliki maksud bahwa benda yang termasuk materi dapat diukur dan ditimbang menggunakan alat alat ukur tertentu yaitu neraca atau timbangan. Materi pasti mengalami perubahan, baik perubahan fisika mauoun perubahan kimia. Dengan demikian setiap materi mengandung dan terkait dengan energi. Bila materi berubah maka disertai dengan perubahan energinya.
Perubahan pada materi ada 2, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak menghasilakn zat baru. Pada umumnya perubahan fisika hanya mengalami perubahan wujud dan energi yang disertai dengan perubahan energi. Perubahan fisika terjadi karena materi memiliki sifat fisika. Perubahan kimia adalah perubahan materi yang menghassilkan zat baru. Dalam perubahan kimia tidak hanya mengalami perubahan wujud, juga mengalami perubahan massa. Perubahan kimia terjadi karena materi mempunyai sifat kimia.
Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari contoh perubahan kimia dan perubahan fisika. Misalnya kayu yang dibakar menjadi abu, mendidihkan air hingga menguap, mencairkan es batu, atau beras yang dimasak menjadi nasi. Namun, masih ada sebagian mahasiswa yang belum mengetahui apa yang membedakan antara perubahan kimia dan perubahan fisika. Oleh karena itu, penting adanya praktikum tentang “Materi dan Perubahan” supaya mahasiswa dapat membedakan perbedaan diantara keduanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dilakukan suatu percobaan yang sederhana untuk membuktikan perbedaan itu semua.

1.2.           1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan “Materi dan Perubahannya” adalah  untuk membedakan campuran homogen dan heterogen serta perubahan fisika dan perubahan kimia. 

1.3.         1.3.   Manfaat Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah praktikan dapat mengetahui dan mengenal materi serta perubahannya dan memahami campuran homogen, heterogen, perubahan fisika, dan perubahan kimia.
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
            Materi (matter) adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa, dan kimia (chemistry) adalah ilmu tentang materi dan perubahannya. Pada prinsipnyah, semua materi dapat berada dalam tigas wujud: padat, cair, dan gas. Padatan adalah benda yang rigid (kaku) dengan bentuk yang pasti. Cairan tidak serigid padatan dan bersifat fluida, yaitu dapat mengalir dan mengambil bentuk sesuai wadahnya. Seperti cairan, gas bersifat fluida, tetapi tidak seperti cairan, gas dapat mengembang tanpa batas. Ketiga wujud materi ini dapat berubah wujud yang satu menjadi wujud yang lain. Dengan pemanasan, suatu padatan akan meleleh dan menjadi cairan. Pemanasan lebih lanjut akan mengubah cairan menjadi gas. Di sisi lain, pendinginan gas akan mengembunkannya menjadi cairan. Pendingginan lebih lanjut akan membuatnya menjadi padat (Chang, 2003).
            Sifat ekstensif adalah sifat yang bergantung pada ukuran dari sampel yang diperiksa. Misalnya massa dan volume, apabila ukuran sampel naik, maka massa dan volumenya juga akan naik. Sedang sifat intensif tidak bergantung pada ukuran sampel. Beberapa contoh adalah sifat-sifat fisik seperti warna, titik leleh, dan titik didih. Misalnya, semua sampel dari tembaga murni pada suhu kamar berbentuk padat, mempunyai warna yang khas yang mudah dikenal, dan akan meleleh pada suhu 1.083oC (Brady, 1992).
            Sifat kimia adalah kualitas yang khas dari suatu zat yang menyebabkan zat itu berubah, baik sendirian maupun dengan berantaraksi dengan zat lain, dan dengan berubah itu membentuk bahan-bahan berlainan. Sifat kimia adalah sifat intrinsik. Misalnya etil alkohol mudah terbakar, besi berkarat, dan kayu melapuk. Sedangkan sifat fisika adalah karakteristik suatu zat yang memperbedakan dari zat-zat lain dan tidak melibatkan perubahan apapun ke zat lain. Contoh perubahan fisika: titik leleh, titik didih, rapatan, viskositas, kalor jenis, dan kekerasan. Kualitas dalam kelompok ini dapat diukur dengan mudah dan dinyatakan dalam bilangan (Keenan dkk, 1990).
            Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menyebabkan terjadinya perubahan baru. Perubahan fisika dapat disebabkan oleh perubahan wujud, perubahan ukuran, dan perubahan bentuk. Sedangkan Perubahan kimia dapat disebabkan oleh proses pembakaran, contoh kertas dibakar menjadi arang. Perubahan kimia merupakan sifat yang kekal dengan menghasilakn zat baru. Perubahan kimia disebut juga dengan reaksi kimia. Untuk mempermudah, dapat kita lakukan percobaan sederhana. Batang kayu kita ambil dan dibakar, batang kayu tersebut akan berubah menjadi abu, asap, dan disertai keluarnnya panas. Abu, asap, dan panas ynag dikeluarkan tidak berubah kembali menjadi batang kayu (Purba, 2006)
            Materi terbentuk dari satuan-satuan sangat kecil yayng dinamakan atom. Saat ini kita mengetahui sekitar 114 jenis atom yang berbeda, dan semua materi terbentuk dari atom itu. Setiap jenis atom ynag berbeda merupakan blok pembangun unusr kimia yang berbeda. Unsur yang diketahui berkisar dari zat yang lazim. Sekitar 50 unsur dapat diperoleh dari sumber alami. Sisanya tidak terjadi alami dan telah diciptakan hanya di laboratorium (Petrucci dkk, 2007).
Terdapat dua jenis zat yaitu unsur dan senyawa. Unsur adalah zat yang tidak dapat dipecah menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Unsur tidak dapat dibuat lewat koombinasi zat yang lebih sederhana. Terdapat lebih dari 100 unsur, dan setiap objejk materi di semesta terdiri atas satu atau lebih unsur-unsur tersebut. Zat yang lzaim antara lain: karbon, aluminium, besi, tembaga, emass, oksigen, dan hidrogen (Goldberg, 2007).
Senyawa adalah zat yang tersusun atas atom-atom dari dua aatu lebih unsur yang saling bergabung. Ilmuwan telah mengidentifikasi jutaan jenis senyawa kimia.dalam beberapa kasus, kita dapat mengisolasi molekul suatu senyawa. Molekul adalah satuan terkecil yang memiliki proporsi atom-atom penyusunnya yang sama dengan senyawanya secara keseluruhan. Satu molekul air terdiri atas tiga atom; dua atom hidrogen yang bergabung dengan satu atom oksigen. Satu molekul hidrogen peroksida memiliki dua atom hidrogen dan dua atom oksigen; kedua atom oksigen saling berhubungan dan satu atom oksigen dilekatkan pada setiap atom oksigen (Petrucci dkk, 2007).
Campuran dibedakan menjadi dua bagian yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah campuran antara dua zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi. Contoh campuran homogen antara lain campuran air dengan gula dinamakan larutan gula, campuran garam dengan air dinamakan larutan garam. Ukuran partikel dalam larutan memiliki diameter sekitar 1x10-9 m, dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop. Beberapa contoh campuran homogen diatas adalah campuran antara zat cair. Jenis campuran homogen antara lain campuran gas dalam gas, campuran gas dalam zat cair, campuran gas dalam zat padat, campuran zat cair dalam zat cair, dan campuran zat padat dalam zat cair (Daryanto, 1997).
Campuran heterogen adalah campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikel partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya. Contoh campuran heterogen yaitu tanah, air sungai, makanan, minuman, air laut, adonan kue, adonan beton cor, dll. Campuran heterogen dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu koloid dan suspensi, pada koloid partikel-partikel hanya dapat terlihat dengan mikroskop ultra, ukuran partikel antara 0.5 m s.d. 1 mm. contoh koloid : susu, asap, kabut, dan agar-agar. Sedangkan suspensi partikel-partikel hanya dapat terlihat dengan mikroskop biasa, ukuran partikel antara lebih besar dari 0.3 m. contoh suspensi adalah minyak dengan air, air keruh, dan air kapur. Dalam campuran pasir dan air, misalnya, komponen-komponennya berpisah secara fisis menurut tempat yang berbeda, sebagai hasil komposisi dan sifat-sifat fisis berubah dari satu bagian dari campuran terhadap yang lain. Campuran tersebut serbaneka (heterogen). Contoh-contoh lainnya antara lain segelas teh es, pelat beton dan daun dari suatu tanaman (Daryanto, 1997).
 BAB III
                             METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah gelas ukur 250 mL, cawan penguap, lampu spritus, corong, tabung reaksi, gelas kimia, tungku kaki tiga dan perangkatnya,kaca arloji, penggaris.
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah minyak kelapa, garam dapur, pasir, kertas saring, NaOH, aquadest.

3.2. Konstanta Fisik dan Tinjauan Keamanan
Tabel 3.2. Konstanta Fisik dan Tinjauan Kemanan
No.
Bahan
Berat Molekul (g/mol)
Titik Didih (oC)
Titik Lebur (oC)
Tinjauan Keamanan
1.
Minyak Kelapa
256
629
352
Aman
2.
Garam Dapur
58,44
1465
801
Aman
3.
Aquadest
18
100
0
Aman
4.
NaOH
39,9971
1390
318
Korosif
5.
Pasir
60,08
-
-
Aman
6.
Kertas Saring
-
-
-
Aman
7.
HCL
37
-114,8
-89
Korosif

 DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymon. 2003. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti. Terjemahan dari General Chemistry: The Essential Concepts, oleh Departmen Kimia, ITB, Erlangga, Jakarta.
Brady, James E. 1992. Kimia Universitas Asas & Struktur. Binarupa Aksara. Jakarta.
Keenan, Charles W. dkk. 1990. Ilmu Kimia untuk  Universitas. Terjemahan dari General College Chemistry, oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, PT. Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
Petrucci, Ralph H. dkk. 2007.Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern. Terjemahan dari Principle and Modern Aplications, oleh Dr. Suminar Setiati Achmadi, Ph. D, PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
Goldberg, David E. Kimia untuk Pemula. Terjemahan dari Beginning Chemistry, oleh Dr. Suminar Setiati Achmadi, Ph. D, Erlangga, Jakarta.
Daryanto. 1997. Fisika Teknik. Asdi Mahasatya, Jakarta.




No comments:

Post a Comment