ABSTRAK
Telah
dilakukan percobaan berjudul “Kesetimbangan Kimia” yang bertujuan
untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
kesetimbangan kimia. Prinsip yang digunakan pada percobaan ini adalah prinsip analisa kualitatif, dimana
praktikan hanya mengamati perubahan kesetimbangan yang disebabkan oleh suhu dan
konsentrasi.
Hasil dari percobaan ini adalah membuktikan bahwa suhu mempengaruhi
kesetimbangan kimia pada percobaan pertama dan membuktikan bahwa konsentrasi
mempengaruhi kesetimbangan kimia pada percobaan ketiga, keempat, dan kelima. Kesimpulan
dari percobaan ini benar terbukti bahwa suhu
dan kkonsentrasi mempengaruhi kesetimbangan kimia.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. 1.1. Latar
Belakang
Dalam reaksi kimia, kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana kedua reaktan
dan produk hadir dalam konsentrasi yang tidak memiliki kecenderungan lebih lanjut untuk berubah
seiring berjalannya waktu. Biasanya,
keadaan ini terjadi ketika reaksi ke depan berlangsung pada laju yang sama
dengan reaksi
balik. Laju pada reaksi maju dan mundur umumnya tidak nol, tapi sama.
Dengan demikian, tidak ada perubahan bersih dalam konsentrasi reaktan dan
produk. Keadaan seperti ini dikenal sebagai kesetimbangan
dinamis.
Konsep kesetimbangan kimia dikembangkan setelah Berthollet (1803) menemukan bahwa beberapa reaksi
kimia bersifat reversibel. Reaksi yang bersifat reversibel adalah
reaksi yang di mana produk reaksi dapat bereaksi balik membentuk reaktan.
Kesetimbangan kimia tercapai ketika laju reaksi maju
sama dengan laju reaksi balik dan konsentrasi dari reaktan-reaktan dan
produk-produk tidak berubah lagi. Ditinjau
dari fasa zat yang terlibat dengan reaksi dikenal dua jenis reaksi
kesetimbangan, yaitu reaksi kesetimbangan homogeny dan reaksi kesetimbangan
heterogen. Reaksi
kesetimbangan homogen yaitu reaksi yag terjadi bila zat mempunyai fasa yang
sama. Reaksi kesetimbangan heterogen
yaitu reaksi yang terjadi bila zat yang terlibat reaksi lebih dari satu fasa.
Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada
sistem kesetimbangan antara lain, perubahan konsentrasi, perubahan suhu,
perubahan tekanan, perubahan volume dan katalis. Besar kecilnya konsentrasi berpengaruh pada kecepatan atau
laju reaksi. Jika konsentrasi reaktan diperbesar maka laju reaksi semakin cepat
sehingga kesetimbangan lebih cepat tercapai. Penambahan konsentrasi menyebabkan
kesetimbangan akan bergeser ke arah produk dan sebaliknya.
Besarnya suhu akan berpengaruh terhadap energi
kinetik reaksi. Semakin besar suhu maka semakin besar pula energi kinetik
zatnya sehingga laju reaksi berjalan semakin cepat. Apabila suhu dinaikkan maka
reaksi akan bergeser ke ∆H + (endoterm) dan sebaliknya. Jika volume diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke
jumlah koefisien atau mol yang besar dan sebaliknya. Tekanan dan volume
berbanding terbalik, artinya apabila volume diperbesar maka tekanan diperkecil
dan sebaliknya. Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi tetapi
tidak mempengaruhi jumlah produk. Katalis berfungsi menurunkan energi aktivasi
agar waktu yang diperlukan untuk bereaksi lebih singkat.
1.2. 1.2.
Tujuan
Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui
factor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia.
1.3. 1.3. Manfaat
Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah praktikan dapat
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia dan konsep lain
mengenai kesetimbangan kimia.
BAB II
TINJAUAN
KEPUSTAKAAN
Kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana adanya dua reaksi yang berlawanan
dan terjadi pada laju reaksi yang sama. Ketika terbentuknya produk, produk ini
akan kembali bereaksi kembali membentuk reaktan awalnya. Jika kondisi pada
sistem kesetimbangan diubah, maka akan terjadi beberapa kesetimbangan baru pada
sejumlah kondisi yang baru. Meskipun hamper semua reaksi merupakan reaksi bolak
balik, tetapi tidak semua reaksi dapat balik dan menjadi reaksi setimbang. Agar
terciptanya suatu reaksi setimbang, diperlukan kondisi tertentu antara lain,
reaksinya bolak balik, sistemnya tertutup, dan bersifat dinamis (Sudarmo,
2006).
Banyak reaksi yang berlangsungnya tidak sampai selesai tetapi reaksi
tersebut mendekati suatu keadaan, dimana jumlah produk dan reaktan yang tidak
terpakai dalam reaksi relatif tertentu banyaknya. Bagitu sampai kesetimbangan,
tidak akan terjadi lagi perubahan komposisi yang lebih lanjut pada reaksi.
Keadaan kesetimbangan dijelaskan secara kuantitatif melalui tetapan
kesetimbangan reaksi, dimana kesetimbangan reaksi bergantuang pada suhu dimana
reaksi itu berlangsung. Tidak hanya suhu, kesetimbangan reaksi juga bergantung
pada beberapa faktor lainnya, yaitu konsentrasi, volume, katalis, dan tekanan
(Oxtoby, 2011).
Jika kita ubah kondisi sistem pada kesetimbangan seperti sistem N2,
H2, NH3, pada kesetimbangan, misalnya dengah mengubah
suhu, kita mendapati reaksi neto berjalan lagi. Namun, sistem itu segera akan
mencapai kesetimbangan baru pada suatu kondisi yang baru pula. Asas Le
Châtelier menyatakan bahwa jika stress (gangguan, stress) diberikan pada suatu sistem kesetimbangan , maka
kesetimbangan akan bergeser dengan kecenderungan mengurangi stress tersebut.
Stres adalah sesuatu yang dilakukan pada sistem (tidak oleh reaksi
kesetimbangan). Stres yang dimaksud disini adalah perubahan konsentrasi,
perubahan suhu, perubahan tekanan, dan perubahan katalis (Goldberg, 2005).
Reaksi kesetimbangan kimia melibatkan zat-zat yang berbeda untuk reaktan
dan juga untuk produknya. Kesetimbangan yang berasal dari dua fase zat yang
sama dinamakan kesetimbangan fisis, karena perubahan yang terjadi hanyalah
proses fisis. Contoh kesetimbangan fisis adalah terjadinya penguapan air di
dalam wadah tertutup. Persamaan yang menghubungkan konsentrasi reaktan dengan
konsentrasi produk pada kesetimbangan dinyatakan dalam suatu kualitas yang
dinamakan konstanta kesetimbangan.
Kesetimbangan dinyatakan sebagai hasil dari pembangian antara pembilang dan
penyebutnya adalah hasil dari perkalian antara konsentrasi-konsentrasi
kesetimbangan produk, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien
stoikiometrinya dalam keadaan setara. Kesetimbangan homogen adalah
kesetimbangan yang berlaku untuk reaksi yang semua spesi bereaksinya berada
sefase. Kesetimbangan heterogen adalah reaksi reversible yang melibatkan
reaktan dan produknya yang berbeda (Chang, 2003).
Reaksi kesetimbangan bersifat khusus dan mempunyai tetapan kesetimbangan
ynag berbeda-beda. Walaupun demikian, harga dari ketetapan kesetimbangan terbagi
atas dua jenis yang didasarkan atas fase reaksi yang terlibat dalam suatu
reaksi yakni tetapan kesetimbangan (Kc) dan tetapan kesetimbangan tekanan (Kp).
Harga Kp hanya ditentukan oleh zat yang memiliki sifat liquid (cair) dan gas.
Sedangkan harga Kp hanya ditentukan oleh zat-zat yang berfase gas sahaja.
p A(g) + q B(g) à r C(g) + s D(g)
(Krisnadwi, 2014).
Reaksi kesetimbangan banyak diterapkan dalam proses industri
kimia. Tujuannya untuk memperoleh hasil produksi yang berkualitas tinggi dalam
waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, para ahli kimia industri berusaha
mencari metode
yang tepat agar dapat memperoleh hasil produksi maksimal. Metode yang
ditempuh yaitu membuat kesetimbangan bergeser ke arah produk dan menjaga agar
produk tidak kembali menjadi zat awal. Selain itu, menggunakan bahan baku
sehemat mungkin dan waktu yang singkat. Kondisi ini dinamakan kondisi
’’optimum”. Di antara industri kimia yang menerapkan kesetimbangan yaitu
industri pembuatan amonia dan asam sulfat. Reaksi
kesetimbangan tidak hanya terjadi di dunia industri. Dalam kehidupan
sehari-hari, peranan reaksi kesetimbangan juga tidak dapat diabaikan. Keberadaan
reaksi kesetimbangan ini dapat menjaga kelangsungan kehidupan kita seperti pengaturan pH darah, siklus
oksigen dalam tubuh, dan proses fotosintesis (Syukri, 1999).
DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymon. 2003. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti. Terjemahan dari General Chemistry:
The Essential Concepts, oleh Departmen Kimia, ITB, Erlangga, Jakarta.
Goldberg, David E. Kimia untuk Pemula. Terjemahan dari Beginning Chemistry, oleh Dr.
Suminar Setiati Achmadi, Ph. D, Erlangga, Jakarta.
Krisnadwi. 2014. Istilah
Kimia Umum. Kimia FMIPA, Bandung.
Oxtoby, D.W. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Terjemahan dari Prinsiples Of Modern
Chemistry, oleh
Dr. Suminar Setiati Achmadi, Ph. D, Erlangga,
Jakarta.
Sudarmo, Unggul. 2006. Kimia. PT Phibeta Aneka Gama, Jakarta.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar Jilid 2. ITB, Bandung.
No comments:
Post a Comment